Ciri Orang yang Mudah Berdusta, Mudah Mencari Alasan

0
194

Alasan atau “kilah” dalam bahasa lainnya;  siapa yang belum pernah memakainya? Rasanya siapapun kita niscaya pernah memanfaatkannya. Ya, terutama ketika kita harus menghadapi situasi yang boleh jadi memang bukan seperti yang kita kehendaki. Misalnya saja ketika harus telambat masuk kantor, terlambat membayar hutang, kurang dalam menunaikan kewajiban, dan situasi yang semacamnya.

Adakah yang pernah kesulitan untuk beralasan? Mustahil, karena ternyata tersedia ribuan atau bahkan jutaan alasan yang siapa saja bisa menggunakannya. Tapi hati-hati, jika Anda termasuk yang terampil membuatnya, itu justru merupakan wujud kekurangan terbesar yang ada dalam diri Anda. Mahir membuat alasan sama sekali bukan merupakan kelebihan! Mengapa?

Begini jawabannya: Alasan yang dipaksakan atau dibuat-buat sama sebangun dengan dusta. Perkara ini jelas tercela menurut ukuran agama dan terhina di mata sesama manusia. Andai ini saja urusannya, maka sungguh celaka orang yang hobi beralasan. Sungguh, karena dusta sama sekali bukan perkara yang pantas disandang dan menjadi tabiat seorang yang beriman. Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin  itu ditabiatkan pada semua sifat selain sifat  khianat dan dusta.” (HR. Imam Ahmad).

Adanya kedustaan menandakan tiadanya keimanan. Barangsiapa yang berdusta, apalagi membiasakan diri denganya, sesungguhnya ia telah melampaui batas dan menganiaya dirinya sendiri. Oleh karenannya Allah pun mengutuknya, “Terkutuklah orang-orang  yang dusta.” (QS. Adz-Dzariyat: 10).

Alasan yang mengada-mengada sendiri merupakan cermin atas pribadi yang lemah yang tak mampu mengendalikan dirinya sendiri dan tak kuasa me-manage-nya dengan baik, hingga selalu terjerumus pada kelonggaran-kelongaran yang dibuatnya sendiri. Menurutnya baik-baik saja dan tak ada masalah, padahal sangat mematikan. Dalam kasus ini, memang alasan apapun bisa diciptakan! Tetapi ketahuilah bahwa orang lain, baik yang memiliki urusan secara langsung maupun yang tidak terkait sama sekali, juga tahu sejatinya alasan itu.

Karena itu, lebih baik bicara apa adanya secara terbuka ketika memang kondisi yang memaksa dan diluar kemampuan kita. Siap menanggung resiko kejujuran adalah sifat orang yang masih punya harga diri.

Selain itu, jangan pernah memberikan kelonggaran pada diri sendiri untuk melanggar! Disiplin itu hanya bisa dijaga oleh orang-orang yang benar-benar mau meneggakkanya. Sekali Anda mengambil kelonggaran untuk tidak disiplin, makan Anda adalah orang yang tidak disiplin.

Sekali Anda memberi kelonggaran pada diri Anda sendiri untuk menyeleweng, maka Anda adalah penyeleweng. Dan jika Anda berpikir masih bisa memolesnya dengan alasan yang Anda reka-reka, ketahuilah orang diluar Anda tidak membutuhkannya.  Semakin kreatif Anda membuat alasan,  semakin orang lain tidak menghargai Anda. Wallahu A’lam

 

arrisalah.net

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Masukkan Nama