Indahnya Kejujuran – Materi Khutbah Jum’at

0
98

Indahnya Kejujuran

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.

وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102] .

{ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا } [النساء: 1] .

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

أما بعد:

Jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah

Tak lupa marilah kita senantiasa melazimi kesyukuran kepada Allah Ta’ala atas segenap limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga sampai siang hari ini, kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk hadir di masjid yang mulia ini untuk menjalankan salah satu kewajiban yaitu ibadah shalat Jum’at. Semoga hadirnya jasad kita disertai dengan hadirnya jiwa, dhahir dan bathin selaras, semata berharap ridha Allah, sehingga Allah memasukkan kita ke dalam kelompok hamba yang jujur.

Jama’ah Shalat Jum’ah rahimakumullah,

Allah Ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar. (Q.S. At Taubah :119)

Allah telah menyeru orang beriman agar senantiasa menjaga ketakwaan, selalu berhati-hati dan waspada agar jangan sampai keluar dari batas-batas syari’at yang telah Allah tetapkan. Kemudian memerintahkan untuk membersamai orang yang benar. Untuk bergabung dengan kelompok orang-orang yang jujur dan benar dalam menjalani kehidupan ini. Jujur dalam tutur kata, tidak berbicara dusta dan bohong. Namun apa yang keluar dari lisannya adalah sesuatu yang benar, apa yang ditulisnya adalah sesuatu yang benar. Orang beriman tidak akan membuat hoax dan tidak mau ikut menebar hoax. Ucapan dan pernyataannya sesuai dengan realita itulah salah satu bentuk kejujuran yang diperintahkan Allah. Karena kejujuran akan membawa pelakunya kepada kebaikan dan akan mengantar hingga kepada surga in syaa Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam suatu riwayat,

عَنْ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, عَنْ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الجَنَّةِ, وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا, وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ, وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ, حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا)). مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Dari Nabi shalalllahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan pada kebaikan, sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan pada syurga, dan sesungguhnya orang yang berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya berdusta itu menunjukkan pada kemaksiatan, sesungguhnya kemaksiatan itu menunjukkan pada neraka dan sesungguhnya orang yang berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (Hadis riwayat muttafaq ‘alaih. Kitab Shahih Bukhari hadis no 6094, kitab shahih Muslim hadis no 2607)

Maka biasakan untuk berlaku dan bertindak jujur, karena buah kejujuran manis dan lezat. Tetaplah jujur hingga Allah mencatat kita sebagai hamba yang jujur. Jauhi dusta dan kebohongan, karena sekali berbohong akan membutuhkan kebohongan lain untuk menutupinya, hingga orang akan terbiasa berbohong tanpa beban. Jika demikian, maka iapun akan ringan dalam berbuat keburukan karena merasa bisa menutupi dengan kebohongan. Hingga tak terasa kebohongannya telah mengantarkannya hingga ke neraka. Na’udzubillah min dzalik.

Jama’ah Shalat Juma’at rahimkumullah,
Jujur dan benar tidak hanya sekedar dalam masalah lisan dan perkataan saja, namun jujur dalam niat dan juga perbuatan. Kesesuaian niat dengan amal serta ikhtiyar untuk melaksanakan apa yang ia niatkan juga merupakan bentuk kejujuran. Sehingga niat di dalam hati, ucapan lisan dan perbuatan selaras. Ada kisah yang cukup menarik untuk kita simak, dalam suatu riwayat disebutkan ada seorang laki-laki badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam, lalu dia beriman dan mengikuti beliau. Kemudian dia berkata, ‘Aku akan berhijrah bersama engkau?’
Maka beliau menitipkan orang tersebut kepada sebagian sahabat beliau. Setelah terjadi perang, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) berupa tawanan, beliau membagikan dan membagi untuknya, lalu beliau memberikan kepada para sahabat beliau sesuatu yang beliau bagi untuknya dan dia sendiri sedang mengatur urusan mereka. Setelah dia datang, ia memberikannya kepada orang itu, lalu dia berkata, ‘Apa ini?’
mereka menjawab, ‘Bagian yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bagi untukmu.’
Kemudian dia mengambilnya dan membawanya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam, lalu bertanya, ‘Apa ini?’
beliau bersabda, ‘Aku telah membaginya untukmu.’
Dia berkata, ‘Bukan untuk hal ini aku mengikuti engkau. Tapi aku mengikuti engkau agar aku dilempari ke sini (dia menunjuk ke tenggorokannya dengan tombak) sampai aku mati dan aku masuk surga.’
Beliau bersabda, ‘Jika kamu jujur kepada Allah, niscaya Allah akan jujur kepadamu.’
Tidak lama kemudian, para sahabat kembali bangkit melawan musuh. Setelah selesia perang orang tersebut dibawa ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan cara diangkut, dia terkena tombak pada tempat yang dia tunjuk. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apakah dia orangnya?’
Mereka menjawab, ‘Ya.’
Beliau bersabda, ‘Dia benar dalam berjanji kepada Allah dan mewujudkan permintaannya.’
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkafaninya dengan jubah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memajukannya dan menshalatkannya. Di antara bacaan yang kedengaran dalam shalat beliau adalah, ‘Ya Allah, inilah hamba-Mu, Dia telah keluar berhijrah di jalan-Mu. Lalu dia terbunuh dalam keadaan syahid, dan aku menjadi saksi atas hal tersebut.’ (HR. An-Nasai no. 1927 dan dinyatakan shahih oleh Al-Arna’uth dalam Ta’liq Zad Al-
Ma’ad: 3/324).

Jama’ah Shalat Jum’ah rahimakumullah,
Lihatlah betapa sederhana si badui tersebut, betapa jernih kejujuran hatinya, hingga apa yang ia ucapkan dibenarkan Allah dengan menganugerahi kesyahidan dengan luka seperti yang ia pinta. Betapa bahagia dirinya, bahkan Rasulullah memberikan mantel beliau untuk kafannya dan yang lebih mengharukan adalah ketika Rasulullah menjadi saksi baginya…

Allah Ta’ala berfirman,

مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا۟ مَا عَٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَيْهِۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُۥ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya), (Q.S.Al Ahzab : 23)

Maka jujurlah dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Jujur dalam perkataan, jujur dalam amalan hati dan jujur dalam perbuatan. Jika seorang berlaku jujur, maka dimanapun ia berada maka akan tetap menjaga diri dari perbuatan buruk dan akan senantiasa melazimi kebaikan dan kebajikan. Jika ia seorang pemimpin maka akan berlaku adil dan amanah. Jika ia rakyat maka akan berusaha untuk taat. Jika ia pegawai maka akan bersikap amanah. Jika ia seorang suami maka akan penuh tanggung jawab. Jika ia seorang istri maka akan senantiasa berbakti. Jika ia seorang anak akan menjadi penyejuk mata penentram jiwa in syaa Allah.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita semua hati yang bersih, lisan yang jujur, dan perbuatan yang benar… Aamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah,

Mari kita sejenak menghadirkan hati dengan sepenuh ketundukan dan kekhusyukan, memohon dan berdo’a kepada Allah Ta’ala, semoga Allah mengabulkan do’a kita…

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اَللَّهُمَّ اكْفِنا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Pencarian :

  • khutbah jumat tentang kejujuran

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Masukkan Nama