Jangan Jadikan Dirimu Fitnah Bagi Manusia

0
13

Wahab bin Munabih menceritakan kisah tentang seorang yang mulia. Suatu ketika dia dibawa menghadap raja dhalim yang suka memaksa orang-orang untuk makan daging babi, jika menolak maka akan dihukum mati. Karena kemuliaan orang tersebut, banyak yang merasa segan dan hormat kepadanya. Hingga ketua polisipun menyarankan agar ia membawa seekor kambing dan diserahkan kepada polisi, agar bisa disembelih untuk nanti disajikan sebagai ganti daging babi dari raja. Dengan harapan ia bisa makan ketika raja memberikan instruksi, karena yang tersaji adalah daging kambing bukan babi yang haram.

Hingga tibalah hari ia sudah berada dihadapan raja, maka ketua polisi pun menyembelih kambing dan memasaknya sebagai ganti sajian babi. Dan makananpun akhirnya tersuguhkan dihadapannya. Dan sang raja menginstruksikan agar ia memakan sajian yang tersedia. Namun ia menolak. Bahkan setelah ketua polisi memberikan kode isyarat, ia tetap bersikukuh menolak. Rajapun marah, kemudian menginstruksikan untuk mengeksekusinya.

Karena penasaran, si ketua polisipun bertanya, “Kenapa tuan tidak mau makan, tadi benar2 daging kambing yang tuan serahkan kepadaku? Apa tuan tidak percaya dengan saya?”

“Bukan begitu… Saya tahu bahwa tadi daging kambing, namun saya tetap menolaknya karena saya tidak ingin orang-orang terpedaya dan tertipu kemudian mengira bahwa saya juga mau makan daging babi karena tidak tahu yang sebenarnya. Akibatnya, jika mereka nanti diminta untuk makan daging babi, maka mereka akan memakannya, karena mengira saya juga melakukannya….” jawab orang mulia tersebut, semoga Allah merahmatinya.

(500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah, Ibnul Jauzi, Pustaka Al Kautsar, 2017, hal 804-805)

Sahabat…
Hati-hatilah dalam berbuat, apalagi jika engkau dikenal sebagai tokoh, ulama, dai, mubaligh, kiyai atau semacamnya… Karena tidak sedikit manusia yang melihat akan menjadikannya sebagai standart dan contoh. Apalagi perbuatan yang bisa menimbulkan salah tafsir, mestinya harus lebih bijak dan hati-hati agar orang lain tidak salah tafsir, dan akhirnya tanpa sengaja menjadi sumber fitnah bagi manusia.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua di atas keimanan yang lurus hingga akhir kehidupan dalam keadaan khusnul khatimah… Aamiin.

 

Dpd FKAM Boyolali

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Masukkan Nama