EMAIL

redaksi@fkam.or.id

Call/SMS Center

085647588822

Menjaga Kejernihan dan Kebeningan Hati

  • Home
  • Menjaga Kejernihan dan Kebeningan Hati
05 Nov
0

Menjaga Kejernihan dan Kebeningan Hati

Syah bin Syuja’ Al Kirmani rahimhumullah berkata,

“مَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنِ الْمَحَارِمِ وَأَمْسَكَ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهَوَاتِ، وَعَمَّرَ بَاطِنَهُ بِدَوَامِ الْمُرَاقَبَةِ، وَظَاهِرَهُ بِاتَّبَاعِ السُّنَّةِ، وَعَوَّدَ نَفْسَهُ أَكْلَ الْحَلَالِ لَمْ تُخْطِئْ لَهُ فِرَاسَةٌ.”

“Barangsiapa menundukkan pandangannya dari yang haram, menahan dirinya dari mengikuti syahwat, memakmurkan hatinya dengan senantiasa bermuraqabah, dan (menghias) dhahirnya dengan mengikuti sunnah, serta membiasakan dirinya untuk memakan yang halal, maka firasatnya tidak akan meleset.”

(Ensiklopedi Hikmah, Ibnul Jauzi, Pustaka Arafah, 2011, hal 259)

Sahabat…
Hati itu ibarat bejana kristal yang bening. Dan tempat cahaya Allah masuk. Jika kebeningan hati terjaga maka hati akan terang sehingga mudah melihat segala sesuatu dengan hakikatnya, bukan sekedar pandangan mata kepala. Namun kadang bejana hati menjadi keruh dan buram karena dosa sehingga cahaya petunjuk tak lagi mampu meneranginya. Maka pandangannyapun juga terbatas dan sering salah.

Maka menjaga kejernihan dan kebeningan hati adalah perkara penting dalam kehidupan manusia. Yaitu dengan cara :

1. Menjaga mata dari melihat perkara yang haram, karena pandangan yang haram menyisakan noda yang akan mengotori hati.
2. Menahan dan mengendalikan hawa nafsu karena nafsu memiliki kecenderungan kepada hal yang tidak baik, maka harus dijaga dan diarahkan agar tidak melanggar batasan-batasan syari’at.
3. Memakmurkan hati dengan muraqabah, karena dengan senantiasa merasa diawasi Allah manusia akan lebih bijak dan lebih hati-hati dalam berbuat dan bertindak.
4. Menghias dhahir dengan mengamalkan sunnah Rasulullah shalallahu’alahi wasalam. Karena dengan mengamalkan sunnah seorang hamba akan semakin dekat kepada Allah dan semakin dekat dengan cahaya hidayah-Nya.
5. Menjaga diri dari rezeki syubhat dan haram. Ketika perut terisi dengan makanan haram, atau badan mengenakan pakaian haram, atau menaiki kendaraan haram, hakikatnya ia telah memasang tabir penghalang antara dirinya dengan Allah, sehingga doa tidak naik melebihi ubun-ubunnya, hatinya terhalang dari cahaya petunjuk-Nya, sehingga gelap tidak mampu bedakan baik dan buruk, benar dan salah.

Jika perkara di atas dijaga dengan baik, maka in syaa Allah kejernihan dan kebeningan hati akan terawat. Sehingga ia memandang dengan cahaya petunjuk dari Allah. Dan firasatnya akan tepat.

Semoga Allah senantiasa menolong kita semua untuk menjaga kejernihan hati kita, dan semoga Allah menghias hati kita dengan cahaya petunjuk-Nya…aamiin

Barakallahu fiikum
🌻🌺🌼🌹💖🌹🌼🌺🌻

(Presented by DPD FKAM Boyolali)

0 Comments

Leave a Comment