Nikmat atau Istidraj?

0
52

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, beliau bersabda,
“إِذَا رَأَيْتَ اللّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِىالْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّهُ اسْتِدْرَاجٌ،”
“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba suatu nikmat dunia yang membuatnya senang sedangkan dia senantiasa berbuat maksiat, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj.”

Kemudian beliau membaca firman Allah ‘Azza wa Jalla

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (Q.S. Al An’am :44)

(Mutiara Zuhud, Imam Ahmad bin Hanbal, Pustaka Arafah, 2012, hal 18-19)

Sahabat…
Jangan terpedaya dengan apa yang terlihat mata kepala, disaat seorang ahli maksiat mendapat kesenangan dunia. Karena itu bukan bermakna Allah senang dan ridha dengan perbuatan buruknya, namun sangat boleh jadi itu pertanda Allah marah kepadanya, karena sesungguhnya itu adalah bentuk istidroj (dilulu dalam bahasa jawa) yaitu ketika ahli maksiat itu diberi kesenangan yang banyak terkait kenikmatan dunia, hingga mereka semakin terlena sampai ketika kematian hadir di depan mata kemudian mereka tidak sempat bertaubat dan memperbaiki diri, dan nanti di akhirat mereka akan mendapat hukuman siksa yang berat.

Maka jangan silau dengan dunia yang diberikan kepada mereka, karena sesungguhnya di balik kesenangan yang berhias kedurhakaan ada azab yang menanti. Betapa banyak pelajaran dari umat-umat terdahulu, ketika mereka sedang larut dalam kesenangan dunia, hingga mereka lupa terhadap urusan akhirat, kemudian Allah kirimkan siksa yang datang tiba-tiba, dan mereka bingung dan putus asa. Tiada lagi harapan, yang ada hanyalah penyesalan berkepanjangan. Waspadalah dengan nikmat dunia yang tidak menambah ketaatan dan ketaqwaan. Jangan sampai nikmat membawa bencana, berujung siksa… Na’udzubillah…

Semoga Allah karuniakan kepada kita semua nikmat yang penuh keberkahan, sehingga dengan nikmat itu bertambah kesyukuran, ketaatan dan ketaqwaan… Aamiin

Barakallahu fiikum
🌅🌻🌺🌼🌹🌼🌺🌻🌄

Ust. Syamsuddin

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Masukkan Nama