Perbaikan Pipa Saluran Air Yang Putus Pasca Gempa Lombok – SAR FKAM

0
19

Sudah 25 hari terhitung sejak terjadinya gempa yang berpusat di Lombok Utara 5 agustus yang lalu, warga dari 7 dusun di Desa Rempek mulai menyambungkan kembali pipa mereka yang putus terkena longsoran yang diakibatkan oleh gempa.

Mata air warga Rempek jauh berada di dalam hutan lindung lereng barat Taman Nasional Rinjani. Diperlukan waktu satu jam berkendara roda dua dari kantor kelurahan Rempek sampai batas vegetasi perkebunan kopi dan kakao warga dengan taman nasional. Dilanjutkan perjalanan satu jam trekking didalam hutan barulah sampai di mata air utama “Erat Pauk”.

 

 

Jauhnya perjalanan dan ditambahnya beban warga memikul pipa berdiameter 4″x 4 meter sejumlah 50 unit dan 3″x 150 unit tidak terasa berat lagi, karena kita bekerja bergotong royong bersama sama dan sudah saatnya duka mereka terhapus dengan mengalirnya air mereka.

Tim berusaha membantu menembus sulit nya Medan sumber air demi memenuhi kebutuhan air bersama. Mengingat kebutuhan air sangatlah vital, tidak hanya pengungsi dan korban di Desa Rempek, Tim di Posko juga sangat membutuhkan air. Bahkan sehari hari kebutuhan air kami tergantung suplai dari tangki air.

 

 

Saking urgen nya kebutuhan ini, ada salah satu warga yang bersama kami bercanda “lebih baik putus cinta dari pada putus air mas” kepada Tim di lokasi Pipanisasi sambil ditertawakan warga yang lain untuk mengusir penat dan berat nya Medan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Masukkan Nama