EMAIL

redaksi@fkam.or.id

Call/SMS Center

085647588822

Profil Fkam

Awesome Image

Profil Fkam

Forum Komunikasi Aktivis Masjid Berdiri Sejak 1998

Pada tahun 1998 badai krisis melanda bumi Indonesia. Semua tatanan berubah dengan cepat seiring dengan euforia reformasi. Berawal dari krisis ekonomi yang memporak-porandakan perekonomian Bangsa Indonesia, melebar menjadi krisis kepercayaan, krisis sosial hingga krisis politik.

Sebagai ummat mayoritas di Indonesia, maka yang paling menderita akibat badai krisis tersebut adalah ummat Islam. Meski sebagai ummat mayoritas di negeri ini, tapi secara ekonomi, sosial, politik dan budaya adalah ummat yang secara sistematis telah menjadi umat termarjinalkan. Umat Islam secara kualitas hanya menjadi peran pelengkap saja.

Kondisi inilah yang akhirnya mendorong dibentuknya suatu forum yang kita kenal sekarang ini, yaitu Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM). FKAM didirikan dari sebuah masjid kecil, Al Amin di Tegalrejo, Sondakan, Laweyan, Surakarta pada hari Rabu, tanggal 21 Rabiā€™ul Awwal 1419 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 15 Juli 1998. Didirikan bermula dari enam orang, M. Kalono, M. Sholeh Ibrahim, Yayan, Agus Priyanto, Maman Abdurrahman dan Hebta.

Pada masa awal pergerakan keumatan FKAM bekerjasama dengan DDII, pada bulan September 1998, membantu umat Islam di tengah-tengah hantaman krisis dengan membagikan beras. Selanjutnya menjadi penggerak penggalangan ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah kondisi ummat Islam menjadi sasaran pembantaian seperti kasus Banyuwangi, Ketapang, Kupang sampai kasus Ambon.

Alhamdulillah, kiprah FKAM mendapat sambutan dari umat begitu besar. Terbukti dengan dipercayanya Ketua Umum FKAM M. Kalono untuk memfasilitasi dan sekaligus menjadi Ketua Umum penyelenggaraan Apel Siaga Umat Islam se-Eks Karesidenan Surakarta pada 8 November 1998 yang dihadiri dari berbagai ormas yang ada di Surakarta. Tidak kurang dari 70.000 ummat Islam ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Sejak awal didirikan FKAM mempunyai sikap non partisan, tidak berafiliasi ke dalam suatu partai politik tertentu. Hal ini dimaksudkan jika suatu saat FKAM menjadi organisasi besar agar tidak menjadi alat politik dari suatu partai politik. FKAM bergerak berbasis masjid, masjid tidak boleh terseret menjadi alat kepentingan partai politik. FKAM berkhidmat untuk memajukan umat Islam dengan menggandeng semua potensi sosial, politik, ekonomi dan budaya yang dimiliki umat. Tidak mungkin dalam mendakwahkan, membela dan memajukan Islam dipikul sendiri oleh FKAM. Maka FKAM bervisi: dakwah, ukhuwah, maju bersama umat menegakkan kalimah Allah.