EMAIL

redaksi@fkam.or.id

Call/SMS Center

085647588822

Sedekah, Berkurang Tapi Bertambah

  • Home
  • Sedekah, Berkurang Tapi Bertambah
06 Nov
0

Sedekah, Berkurang Tapi Bertambah

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alahi wasalam berdabda,

“مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللّهُ عَبْدً بِعَفْوٍ إِلَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّهِ إلَّا رَفَعَهُ اللّهُ”

 (رواه مسلم)

“Tidak berkurang harta karena sedekah dan pasti Allah akan menambah kemuliaan seorang hamba yang suka memaafkan. Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajat orang itu.” (H.R. Muslim)
🌎🌱🌴🌳🌴🌱🌏

Sahabat…
Inilah logika iman. Yang dikabarkan Rasulullah untuk menjadi acuan dan parameter dalam menjalani kehidupan. Kadang berkebalikan dengan logika matematika yang diajarkan dibangku sekolah. Dan begitulah realita, tidak selalu 10 – 1 = 9, kadang yang terjadi adalah 10 – 1 = 19, inilah matematika iman. Coba perhatikan petunjuk Nabi berikut :

1. Ketika seorang mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat, infaq dan sedekah, maka sesungguhnya ia telah berinvestasi dengan suatu investasi yang tidak mungkin rugi. Namun yang terjadi sebaliknya, akan membuka pintu keberuntungan dan kemanfaatan yang banyak. Baik manfaat langsung dengan dimudahkan masalah rizki atau karunia lain yang bersifat maknawi. Kadang Allah balas dengan memberikan harta yang lebih baik dari yang disedekahkannya, namun kadang Allah menghindarkan ia dari bahaya sehingga ia tidak harus mengeluarkan harta untuk suatu yang ia tidak suka. Atau ia akan merasakan nikmat yang luar biasa ketika melihat sedekahnya bisa membuat orang lain bahagia.

2. Dan seseorang tidak pernah rugi ketika memberi maaf kepada orang lain, bahkan sebaliknya ia telah membebaskan dirinya dari kesempitan hidup. Karena orang yang menyimpan sakit hati hidupnya akan selalu gundah. Dadanya sesak, hidupnya terasa sempit. Selalu terbayang dibenak dan mengganggu fikiran. Hingga makan tak nyenyak tidurpun tak enak. Namun ketika sudah memaafkan dengan sepenuh keikhlasan akan membuat hati kembali lapang, fikiran tenang dan hidup bahagia tanpa dihantui rasa marah dan kesal. Dan orang yang mudah memaafkan maka orang lain akan salut dan merasa sungkan bahkan hormat kepadanya, itulah salah satu cara Allah untuk memuliakannya.

3. Kemudian yang tidak kalah penting adalah menjaga sikap tawadhu’. Rendah hati beda dengan merasa rendah diri. Tawadhu’ akan membuat seseorang lebih mawas diri dan lebih terjaga dari sifat sombong. Ia akan lebih hati-hati ketika bertindak dan berbuat. Ia juga akan termotivasi untuk menjadi lebih baik, karena ia merasa bahwa dirinya masih tertinggal dari orang lain dalam kebaikan. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik. Sehingga ia terus berjalan meniti tangga keutamaan selagi dirinya menjaga sikap tawadhu’ dalam setiap langkah kehidupannya.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk memberi manfaat kepada orang lain, melunakkan hati kita agar mudah memaafkan dan menghias akhlak kita dengan sikap tawadhu’… Aamiin.

Barakallahu fiikum Pemuda

🌻🌺🌼🌹💖🌹🌼🌺🌻

Oleh : Ust. Syamsuddin

0 Comments

Leave a Comment