EMAIL

redaksi@fkam.or.id

Call/SMS Center

085647588822

Tiga Hal Yang Akan Mengantarkan Kepada Kenikmatan Iman

  • Home
  • Tiga Hal Yang Akan Mengantarkan Kepada Kenikmatan Iman
27 Oct
0

Tiga Hal Yang Akan Mengantarkan Kepada Kenikmatan Iman

Dari Abdullah bin Mu’awiyah al Ghadhiri radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda:

“ثَلَاثٌ مَنْ فَعَلَهُنَّ فَقَدْ طَعِمَ طَعْمَ الْإِيْمَانِ : مَنْ عَبَدَ اللّهَ وَحْدَهُ، وَعَلِمَ أَنْ لَا إِلَّا اللّهُ، وَأَعْطَى زَكَاةَ مَالِهِ طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ، رَافِدَةً عَلَيْهِ كُلَّ عَامٍ، وَلَمْ يُعْطِ الْهَرِمَةَ، وَ لَا الدَّرِنَةَ، وَ لَا الْمَرِيْضَةَ، وَ لَا الشَّرَطَ اللَّئِيْمَةَ، وَلَكِنْ مِنْ وَسِطِ أَمْوَالِكُمْ، فَإِنَّ اللّهَ لَمْ يَسْأَلْكُمْ خَيْرَهُ، وَلَمْ يَأْمُرُكُمْ بِشَرِّهِ.”
(رواه ابو داود)

“Ada tiga perkara, barangsiapa yang mengamalkannya, maka dia telah merasakan iman, yaitu : orang yang beribadah kepada Allah, Mengetahui bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Membayar zakat hartanya dengan jiwa yang rela dan hati yang ikhlas setiap tahunnya, dia tidak membayar (zakat binatang ternak) dengan yang tua, yang kudisan, yang sakit dan tidak pula dengan yang buruk lagi tidak mengeluarkan air susu, akan tetapi dengan yang pertengahan harta kalian. Karena Allah tidak meminta harta terbaik kalian, dan tidak memerintahkan kalian agar membayar dengan yang terburuk.” (H.R. Abu Dawud)

(Shahih At Targhib Wa At Tarhib, Syaikh Nashiruddin Al Albani, Darul Haq, jilid 2, cetakan 6, 2017, hal 139)

Sahabat…
Itulah tiga hal yang akan mengantarkan kita untuk bisa merasakan kenikmatan iman, yaitu dengan beribadah kepada Allah, dan dengan mengetahui hakikat Tauhid. Bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali hanya Allah saja, tanpa sekutu tanpa yang lainnya. Kemudian mau membayar zakat harta jika sudah memenuhi nishab setiap tahunnya. Dalam membayar zakat ini maka dipilih dengan harta yang pertengahan, jangan membayar zakat dengan harta yang buruk, jelak dan tidak disukai.

Harta yang kita sendiri saja tidak mau menggunakannya. Namun membayar zakat ini dengan harta yang layak dan patut, akan lebih baik jika dipilih yang kwalitas baik. Dan ini merupakan salah satu adab dalam zakat, infaq dan sedekah. Jangan menunggu harta atau barang menjadi usang dan kita tidak lagi mau menggunakan, baru kemudian kita infakan atau sedekahkan atau untuk membayar zakat. Namun selagi kita masih merasa senang, masih mau mempergunakan selagi masih memiliki nilai manfaat yang besar.

Semoga kita semua bisa merasakan indah dan nikmatnya keimanan sejak di dunia ini terlebih nanti di kehidupan akhirat… Aamiin

Barakallahu fiikum
🌹🌼🌻🌺🌾🌺🌻🌼🌹

Ust. Syamsuddin

0 Comments

Leave a Comment